Pengertian
mesin adalah perangkat yang terdiri dari lebih dari dua alat sederhana yang
saling berhubungan, bersifat rumit, memberikan keuntungan mekanik dan
mempermudah usaha yang dilakukan, untuk berproduksi sehingga diharapkan dapat
menghasilkan efektifitas qan efisiensi. Sedangkat alat itu sendiri dapat
didefinisikan sebagai perangkat yang terdiri dari satu atau dua komponen yang
saling berhubungan dan memberikan keuntungan mekanik serta mempermudah
dilakukannya usaha dan untuk memproduksi sesuatu (Dadi Rusendi. dkk, 1999).
Untuk
mengetahui macam-macam mesin perontok, dapat dibedakan berdasarkan tenaga
penggerak dan cara kerjanya, cara pengumpanannya, dan cara pemisahan hasil
perontokan.
1.
Power Thresher.
Power thresher menggunakan motor sebagai sumber
daya penggerak. Power thresher
dilengkapi dengan salah satu type susunan Cylinder-concave
sebagai berikut
:
a.
rasp-bar dengan concave
b.
gigi-gigi paku dengan concave
c.
kawat lengkung dengan concave
d.
kawat lengkung tanpa concave
Kesemuanya dapat dipakai untuk jenis
pengumanan hold on
ataupun throw in.
1) Power thresher merupakan alat perontok yang digerakkan oleh motor (sumber tenaga
penggerak untuk menggerakkan mesin), baik berupa motor bahar bakar atau motor
listrik metalui sistem transmisi. Tipe mesin yang biasa dipergunakan untuk
menghasilkan daya pada waktu ini adalah
motor listrik, motor pembakaran luar, dan motor pembakaran dalam. Untuk motor listrik
mempunyai keuntungan sebagai berikut:
a)
Dapat dihidupkan dengan hanya
memutar sakelar.
b)
Suara dan getaran tidak menjadi
gangguan.
c)
Udara tidak ada yang diisap, juga
tidak ada gas buang, karena itu tidak perlu mengukur polusi lingkungannya atau
membuat ventilasi (Nakoela Soenarta dan Shoichi Furuhama, 1985).
2) Pengumpan kedelai yang dirontokkan dengan cara memegang brangkasan
kedelai dengan bagian ujung brangkasan diletakkan dibawah atau diatas
silinder.
3) Cara pengumpanan lain yang dapat dilakukan adalah dengan melepas
brangkasan kedelai ke ruang perontok.
4) Pada umumnya power thresher
sudah dilengkapi dengan unit pembersih berupa saringan dan kipas penghembus
untuk memisahkan tangkai, daun dan biji kedelai hasil perontokan.
2.
Automatic thresher.
a.
Automatic thresher merupakan alat perontok berpenggerak
motor (power thresher) yang telah
disempurnakan dengan menambah alat pengumpan otomatis.
b.
Alat pengumpan otomatis berupa
seperangkat alat yang terdiri dari rantai (bergerak paralel dengan silinder
perontok), spring (pegas), dan rail (semacam batangan logam yang menekan
rantai).
c.
Alat ini juga disebut Axial Flow Thresher, dengan kecepatan
perontokan relatif tetapdilihat dari segi pengumpanannya.
Sedangkan
menurut cara dan metode pengumpanannya, thresher
dibedakan menjadi dua yaitu :
1.
Bahan umpan dipegang (hold
on).
Brangkasan kedelai dipegang dan diletakkan di
atas silinder perontok (misalnya pedal thresher)
atau di bawah silinder perontok (misalnya power
thresher).
2.
Bahan umpan dilepas (throw in)
Pengumpanannya dilakukan dengan melepas kedelai ke dalam
ruang perontok.
Sedangkan
menurut pemisahan hasil perontokan, thresher dibedakan menjadi tiga :
a.
Pemisahan dengan tangan (hand
chaff disposing type)
b.
Pemisahan dengan sendirinya (self
chaff disposing type)
c. Pemisahan
otomatis (automatic chaff disposing type)
Posting Komentar untuk "Mesin Perontok (Thresher)"