Proses akhir dari bertanam padi adalah penggilingan. Dimana kita
menikmati hasil bercocok tanam kita selama beberapa bulan. Penggilingin padi
adalah proses mengupas/memisahkan butir beras dari lapisan sekam, dan dedak (aleuron).
Dari kegiatan penggilingan padi ini terdapat macam-macam penggilingan
yang biasa dilakukan. Macam penggilingan padi adalah sebagai berikut
Menurut
Proses
|
Menurut
Klas/kapasitas
|
Menurut
mobilitas
|
Penggilingan 1 phase
|
Penggilingan padi
kecil (PPK, kap. 0,3-0,7 t/j)
|
Penggilingan padi
menetap (stasioner)
|
Penggilingan 2 phase
-
Bertahap
-
Kontinyu
(RMU)
|
Penggilingan
padi menengah (PPM) kap > 0,7 – 1,5
t/j)
|
Penggilingan padi
bergerak (mobile)
|
Penggilingan
padi besar (PPB) kap > 1,5t/j
|
Dalam penggilingan padi tidak sembarang kita dalam melakukan
penggilingan. Ada teknik yang perlu kita lakukan guna menjaga kehilangan hasil
serta supaya kualitas penggilan padi itu baik. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam penggilingan padi :
1.
Mutu gabah
yang digiling
2.
Varietas
padi yang digiling – genetik
3.
Teknik
penggilingannya
4.
Kadar air
gabah
5.
Unit
proses atau jenis mesin penggilingan
6.
Kelengkapan
unit proses
7.
Tenaga
kerja
Untuk menjaga hasil mutu beras, maka diterapkan beberapa komponen mutu
beras yang ditetapkan dalam standar mutu beras :
1.
Derajat
sosoh
2.
Kadar air
3.
Beras
kepala/butir utuh
4.
Butir
patah
5.
Menir
6.
Butir
merah
7.
Butir
kuning/butir rusak
8.
Butir
kapur/butir hijau
9.
Benda
asing
10. Butir gabah
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Beras Giling 6128:2008. Diterapkan beberapa standar yang
menjadi acuan dalam menentukan mutu beras yang menjadi syarat umum diantaranya
adalah ;
1.
bebas hama dan penyakit;
2.
bebas bau apek, asam atau bau
asing lainnya;
3.
bebas dari campuran dedak dan
bekatul;
4.
bebas dari bahan kimia yang
membahayakan dan merugikan konsumen.
Syarat khusus mutu
beras giling
No
|
Komponen Mutu
|
Satuan
|
Mutu
|
||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
|||
1.
|
Derajat sosoh (min)
|
%
|
100
|
100
|
95
|
95
|
85
|
2.
|
Kadar air (maks)
|
%
|
14
|
14
|
14
|
14
|
15
|
3.
|
Butir kepala (min)
|
%
|
95
|
89
|
78
|
73
|
60
|
4.
|
Butir patah (maks)
|
%
|
5
|
10
|
20
|
25
|
35
|
5.
|
Butir menir (maks)
|
%
|
0
|
1
|
2
|
2
|
5
|
6.
|
Butir merah (maks)
|
%
|
0
|
1
|
2
|
3
|
3
|
7.
|
Butir kuning/rusak (maks)
|
%
|
0
|
1
|
2
|
3
|
5
|
8.
|
Butir mengapur (maks)
|
%
|
0
|
1
|
2
|
3
|
5
|
9.
|
Benda asing (maks)
|
%
|
0
|
0,02
|
0,02
|
0,05
|
0,20
|
10.
|
Butir gabah (maks)
|
(butir/100g)
|
0
|
1
|
1
|
2
|
3
|
1. A Menir
2. B Beras Patah
3. C Beras kepala
4. D Beras utuh
Unit Penggilingan padi (RMU)
Untuk menghasilkan
beras bermutu baik, perlu kelengkapan unit proses antara lain :
1.
Timbangan
kapasitas 250 – 1000 kg
2.
Alat/mesin
pembersih (Rice cleaner, wind over)
3.
Mesin pengupas (rice husker)
4.
Mesin
pemisah gabah (separator)
5.
Mesin
penyosoh (polisher)
6.
Mesin
pemisah beras pecah (grader)
Jenis mesin
Pemilihan jenis mesin
harus tepat, kualitas dan produksinya.
Kondisi mesin
1.
Harus
layak pakai
2.
Jika ada
yang tidak layak beroperasi, harus diperbaiki atau diganti
Operator
1.
Harus
menguasai prinsip penggilingan padi
2.
Harus
menguasai mesin penggilingan
3.
Harus
menguasai tentang mutu
Posting Komentar untuk "PENGGILINGAN PADI"