Proses Pembuatan Silase Untuk Pakan Ternak


Silase adalah pakan ternak yang dihasilkan dari proses fermentasi hijauan dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Ini adalah metode pengawetan pakan hijauan yang dapat digunakan saat pasokan pakan segar terbatas, terutama pada musim kemarau. Berikut adalah cara membuat silase yang baik:


Bahan-Bahan untuk Silase:

Bahan hijauan:

Rumput gajah, jagung, daun kacang tanah, tebu, atau tanaman hijauan lainnya.

Pastikan bahan hijauan masih segar dan belum kering atau layu.

Molases (gula tebu cair):

Digunakan untuk mempercepat proses fermentasi.

Dedak padi (opsional):

Bisa digunakan untuk menambah nilai gizi pakan dan memperbaiki kualitas fermentasi.

Probiotik atau inokulan (opsional):

Digunakan untuk membantu mempercepat proses fermentasi.

Air (jika diperlukan):

Untuk menjaga kelembaban, terutama jika bahan hijauan terlalu kering.

Alat-Alat yang Dibutuhkan:

Pisau atau alat pencacah hijauan.

Drum plastik, tong, silo, atau kantong plastik besar (untuk menyimpan silase).

Plastik penutup atau karung untuk menutup bahan hijauan.

Langkah-Langkah Pembuatan Silase:

1. Pemilihan dan Pencacahan Bahan Hijauan

Pilih bahan hijauan yang berkualitas baik. Hindari hijauan yang terlalu tua atau yang sudah layu.

Cacah hijauan menjadi potongan kecil, sekitar 2-5 cm. Pencacahan ini membantu proses fermentasi berlangsung lebih cepat dan mempermudah penumpukan hijauan dalam wadah.

2. Pengeringan (Jika Diperlukan)

Jika hijauan terlalu basah (kadar air di atas 70%), jemur hijauan sebentar di bawah sinar matahari hingga kadar airnya berkurang sekitar 60-65%. Namun, jangan biarkan hijauan kering sepenuhnya.

3. Penambahan Bahan Tambahan

Tambahkan molases sekitar 3-5% dari berat hijauan. Molases berfungsi sebagai sumber energi bagi bakteri asam laktat untuk mempercepat fermentasi.

Jika diinginkan, tambahkan dedak padi atau bahan tambahan lain yang kaya karbohidrat untuk meningkatkan kualitas silase.

Campur semua bahan hingga merata.

4. Pengisian dalam Wadah

Masukkan hijauan yang sudah dicacah dan dicampur dengan molases ke dalam drum plastik, tong, atau silo secara bertahap.

Setiap lapisan hijauan yang dimasukkan harus dipadatkan dengan kuat untuk mengeluarkan udara yang tersisa. Ini sangat penting agar proses fermentasi berlangsung dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen).

5. Penutupan dan Fermentasi

Setelah hijauan penuh, tutup rapat wadah dengan plastik atau karung yang kedap udara. Pastikan tidak ada udara yang masuk.

Simpan wadah di tempat yang teduh dan sejuk. Hindari terkena sinar matahari langsung atau air hujan.

6. Proses Fermentasi

Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 21-30 hari. Bakteri asam laktat akan mengubah gula dalam hijauan menjadi asam laktat, yang berfungsi sebagai pengawet alami.

Ciri-Ciri Silase yang Baik:

Berwarna hijau kecokelatan.

Berbau asam seperti tape atau cuka, tetapi tidak busuk.

Teksturnya lembut dan tidak berlendir.

Tidak terdapat jamur atau lapisan putih.

Penyimpanan dan Penggunaan:

Silase yang sudah jadi dapat disimpan selama beberapa bulan asalkan tetap tertutup rapat dan tidak terkena udara.

Silase bisa diberikan sebagai pakan utama atau campuran dengan pakan lain untuk ternak seperti sapi, kambing, atau domba.

Dengan metode ini, pakan hijauan bisa diawetkan untuk jangka waktu yang panjang, sehingga membantu menyediakan pakan yang stabil bagi ternak di berbagai musim.

Posting Komentar untuk "Proses Pembuatan Silase Untuk Pakan Ternak"